Danny Welbeck Ungkap Kelemahan Skuad Timnas Inggris Pilihan Thomas Tuchel
5 mins read

Danny Welbeck Ungkap Kelemahan Skuad Timnas Inggris Pilihan Thomas Tuchel

Ketidakhadirannya Danny Welbeck dari skuad terbaru Thomas Tuchel untuk Tim nasional Inggris menimbulkan tanda tanya besar, apalagi setelah penampilan impresifnya di level klub.

Pelatih asal Jerman itu memanggil total 35 pemain untuk agenda internasional pada Maret mendatang. Angka tersebut sama dengan usia Welbeck saat ini yang sejatinya menyandang status pencetak gol terbanyak Inggris Liga Utama musim ini.

Hasil yang mengejutkan

Pengumuman skuad Jumat lalu mengejutkan banyak orang, bukan hanya karena jumlah pemainnya yang banyak, tapi juga karena nama Welbeck tidak dicantumkan.

Awalnya, keputusan Tuchel tampak membingungkan. Namun, ia menjelaskan rencananya adalah mengistirahatkan 11 pemain inti yang sudah “dipercaya” padanya saat laga uji coba pertama melawan Uruguay, sebelum kembali bermain untuk persiapan menghadapi Jepang.

Di kelompok pemain inti tersebut terdapat kapten Harry Kane, yang telah menjadi striker utama Inggris selama lebih dari satu dekade dan sedang tampil tajam untuk Bayern Munich musim ini.

Sulitnya Peran Pelapis

Jadilah penutup Harry Kane bukan tugas yang mudah. Minimnya kesempatan bermain di posisi tersebut bahkan disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang mendorong Jamie Vardy pensiun dari timnas pada 2018 di usia 31 tahun.

Meski begitu, Welbeck belum menyerah. Pemain berusia 35 tahun itu terakhir kali mewakili Inggris pada September 2018, namun tetap bertekad untuk kembali.

Dalam wawancaranya dengan TNT Sports, ia menegaskan akan terus berusaha setiap hari untuk mendapatkan tempat di skuad Piala Dunia.

Bukti di Lapangan

Sesaat setelah pengumuman skuad, Welbeck memberikan respon terbaiknya di lapangan. Pada Sabtu malam, Welbeck mencetak dua gol untuk Brighton & Hove Albion melawan Liverpool.

Dua gol Welbeck membuat total golnya di Liga Inggris musim ini menjadi 12 gol.

Penampilan tersebut secara langsung menyoroti kelemahan pendekatan Tuchel. Jika tujuan memanggil skuad besar adalah untuk memberikan kesempatan kepada calon potensial di Piala Dunia, maka tidak masuk akal jika pencetak gol terbanyak Inggris di liga itu ditolak kesempatannya.

Keputusan yang Dipertanyakan

Tidak dipanggil Welbeck terasa seperti sebuah bentuk ketidakadilan. Hal ini mungkin menjadi alasan di balik selebrasi golnya yang menunjukkan sikap menutup telinga, seolah menanggapi kritik atau keputusan yang merugikan dirinya.

Namun yang lebih penting, waktu sepertinya tidak lagi berpihak padanya. Piala Dunia akan dimulai dalam waktu kurang dari tiga bulan. Jika hingga saat ini ia belum mampu meyakinkan Tuchel, maka peluangnya semakin kecil.

Situasi ini serupa dengan yang dialami Trent Alexander-Arnold yang juga tidak dipilih tanpa alasan yang jelas.

Tuchel menyebut keputusan untuk memilih pemain seperti Jarrell Quansah, Djed Spence dan Tino Livramento sebagai “keputusan olahraga”, meski hal ini patut dipertanyakan mengingat pengalaman Alexander-Arnold di level klub dan internasional.

Peluang yang Hilang

Kemungkinan besar alasan yang sama berlaku untuk Welbeck. Ia mungkin dianggap tidak cocok dengan profil pemain yang diinginkan Tuchel sebagai pelapis Kane, terutama dalam situasi ketika sang striker utama membutuhkan dukungan atau mengalami penurunan performa seperti yang terjadi di Euro 2024 ketika Ollie Watkins tampil sebagai pahlawan di semifinal.

Namun, performa Welbeck belakangan ini menunjukkan sebaliknya. Ia tidak hanya tajam dalam mencetak gol, tapi juga menunjukkan kerja sama tim dan pemahaman ruang yang sangat baik.

Hal ini memperkuat anggapan bahwa skuad besar Inggris masih belum cukup luas dalam memberikan peluang.

Realitas yang Menyakitkan

Seharusnya, eksperimen Tuchel bisa diperluas dengan memberikan kesempatan langsung kepada Welbeck untuk membuktikan kemampuannya.

Namun kenyataannya, ia harus melewati periode internasional ini tanpa mendapat kesempatan, sementara pemain lain mendapat wadah untuk menunjukkan kualitasnya.

Dan yang paling menyakitkan, tidak ada penjelasan yang benar-benar memuaskan atas tidak adanya namanya.

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch