FIFA Hapus Kartu Merah Paredes, Gelandang Argentina Akhirnya Angkat Bicara
4 mins read

FIFA Hapus Kartu Merah Paredes, Gelandang Argentina Akhirnya Angkat Bicara

Leandro Paredes akhirnya menyampaikan pesan pertamanya setelah Argentina gagal mempertahankan gelar Piala Dunia 2026. Gelandang Boca Juniors itu memilih mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Argentina, meski namanya menjadi salah satu yang paling disorot akibat kisruh usai laga final.

Di sisi lain, FIFA menegaskan kartu merah yang dicatatkan atas nama Paredes rupanya merupakan kesalahan administratif. Catatan tersebut kini telah dihapus, meski penyelidikan atas kejadian usai pertandingan masih berlangsung.

FIFA Koreksi Rekor Kartu Merah Paredes

Final Piala Dunia 2026 berakhir pahit bagi Argentina setelah kalah 1-2 dari Spanyol. Gol Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan La Roja meraih gelar juara dunia keduanya, sementara Argentina yang bermain dengan 10 orang kesulitan membalas hingga laga usai.

Tensi mulai meningkat setelah Enzo Fernandez mendapat kartu merah pada menit ke-93. Usai peluit panjang dibunyikan, suasana memanas. Dani Olmo dikabarkan dipukul oleh salah satu staf Argentina, Nicolas Otamendi terlibat konfrontasi dengan Rodri, sedangkan Paredes terlihat menarik dan membanting Gavi hingga ke lapangan.

Di tengah kericuhan tersebut, beredar kabar bahwa Paredes juga mendapat kartu merah. Namun, FIFA kemudian menjelaskan kepada BBC Sport bahwa pemain berusia 32 tahun itu sebenarnya tidak pernah dikeluarkan dari lapangan. Catatan kartu merah telah dihapus dari laporan resmi pertandingan.

Namun Paredes tidak sepenuhnya gratis. FIFA masih menyelidiki perilaku tim Argentina usai final sehingga kemungkinan sanksi tetap terbuka.

Paredes Pilih Ucapkan Terima Kasih

Melalui akun media sosialnya, Paredes tidak menyinggung kejadian yang terjadi usai pertandingan. Ia justru mengungkapkan rasa bangganya karena berhasil membela negaranya hingga final.

“Terima kasih, Argentina. Aku mencintaimu, hari ini dan selamanya.”

Paredes mengaku kecewa karena gagal memberikan kebahagiaan yang diharapkan masyarakat Argentina. Meski demikian, ia juga menegaskan bahwa seluruh skuad telah mengerahkan segalanya untuk membawa bendera negaranya kembali ke level tertinggi.

Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemain yang telah berjuang hingga detik terakhir di setiap pertandingan dan mengaku bangga bisa menjadi bagian dari timnas Argentina yang menurutnya merupakan yang terbaik sepanjang sejarah.

Agbonlahor Desak FIFA Bertindak Tegas

Meski kartu merahnya dibatalkan, tindakan Paredes tetap menuai kritik.

Mantan striker Inggris, Gabby Agbonlahor, menilai gelandang asal Argentina itu sudah melewati batas. Dalam komentarnya di talkSPORT, ia mengatakan para pemain harus tetap menunjukkan sportivitas meski kalah di pertandingan sebesar final Piala Dunia.

Agbonlahor juga mengkritik tindakan Paredes terhadap Gavi yang menurutnya tidak pantas di lapangan. Bahkan, ia menilai FIFA harus melarang Paredes tampil di Piala Dunia berikutnya jika mereka punya kewenangan untuk memutuskan hukuman tersebut.

Opini Gilabola.com

Keputusan FIFA menghapus kartu merah Leandro Paredes memang mengoreksi kesalahan laporan pertandingan.

Namun, bukan berarti semua masalah terselesaikan. Apabila dari pemeriksaan terbukti telah terjadi perbuatan yang melanggar disiplin, sanksi tetap setimpal.

Final Piala Dunia adalah panggung sepakbola terbesar. Apapun hasilnya, emosi tidak boleh berubah menjadi tindakan yang mencoreng pertandingan.

Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta berita terkini hanya di Gilabola.com.

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch