Jose Mourinho Tanggapi Kritik Usai Timnya Singkirkan Real Madrid di Liga Champions
3 mins read

Jose Mourinho Tanggapi Kritik Usai Timnya Singkirkan Real Madrid di Liga Champions


Gilabola.com – Kemenangan dramatis Benfica atas Real Madrid di Liga Champions tak hanya bernilai tiga poin dan euforia lolos ke babak play-off 16 besar. Bagi Jose Mourinho, hasil ini menjadi panggung untuk merespons kritik yang kerap ditujukan kepadanya.

Benfica secara mengejutkan berhasil mengalahkan Real Madrid dengan skor 4-2 di Estadio da Luz, Kamis (29/1) WIB. Hasil ini mengukuhkan kelolosan mereka ke babak play-off 16 besar sekaligus menjadi salah satu malam paling berkesan di Liga Champions musim ini.

Pertandingan sepertinya akan berjalan sesuai skenario Real Madrid setelah Kylian Mbappe membuka keunggulan pada menit ke-30. Namun pertandingan berubah drastis ketika Benfica merespons dengan agresivitas tinggi dan keberanian menekan lini pertahanan lawan.

Dua gol Andreas Schjelderup dan satu gol Vangelis Pavlidis membawa Benfica unggul 3-1. Real Madrid berhasil memperkecil skor lewat gol kedua Mbappe, namun situasi semakin sulit bagi tim tamu setelah kehilangan kendali emosi di menit-menit akhir.

Dua kartu merah yang diterima Raul Asencio dan Rodrygo memperburuk keadaan tim asuhan Alvaro Arbeloa. Hilangnya disiplin dan ketenangan ini membuka ruang bagi Benfica untuk mengambil risiko akhir yang kemudian menentukan hasil pertandingan.

Momen paling ikonik terjadi pada menit ke-98, saat kiper Anatoliy Trubin melaju ke kotak penalti melalui situasi sepak pojok dan sukses mencetak gol keempat Benfica, gol yang memastikan kelolosan mereka ke babak play-off 16 besar.

Sindiran dan Pesan Mourinho tentang Rasa Hormat

Berbicara seusai pertandingan, Jose Mourinho tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menanggapi kritik yang ditujukan padanya di Benfica. Ia menegaskan, yang diharapkannya bukanlah pujian berlebihan, melainkan rasa hormat yang proporsional.

Ia mengkritik keras reaksi beberapa kritikus yang dinilainya terlalu ekstrim dalam menilai performa tim. Bagi Mourinho, kemenangan ini bukan berarti membungkam kritik, namun juga mengingatkan bahwa proses dan konteks tidak bisa diabaikan begitu saja.

Mourinho pun menegaskan bahwa karakter timnya tidak berubah sejak hari pertamanya bertugas. Ia menggambarkan skuad Benfica sebagai kumpulan pemain yang bersatu, mau bekerja keras, dan pantang menyerah meski berada di bawah tekanan besar.

Di fase grup, Benfica harus menghadapi lawan berat seperti Napoli, Real Madrid, dan Juventus. Kondisi tersebut membuat peluang mereka dinilai tipis, namun Mourinho melihat respon mental para pemain menjadi landasan utama kesuksesan tersebut.

Secara taktik, keputusan Mourinho di menit-menit akhir menunjukkan keberaniannya membaca situasi. Sadar keunggulan 3-2 belum cukup karena selisih gol, ia menginstruksikan Nicolas Otamendi untuk tampil di depan.

Keputusan memasukkan Trubin ke depan untuk melakukan tendangan bebas di masa tambahan waktu juga bukan merupakan tindakan spontan. Mourinho mengungkapkan, kiper asal Ukraina itu memang punya kemampuan dan keberanian memanfaatkan situasi bola mati.

Pendapat Gilabola

Bagi Jose Mourinho, malam di Lisbon ini menjadi pengingat bahwa pendekatan pragmatis kerap dikritik oleh para kritikus yang hanya bisa mengkritik bahwa taktik pragmatis masih relevan bila dipadukan dengan disiplin dan mentalitas juang.

Agen Togel Terpercaya

Bandar Togel

Sabung Ayam Online

Berita Terkini

Artikel Terbaru

Berita Terbaru

Penerbangan

Berita Politik

Berita Politik

Software

Software Download

Download Aplikasi

Berita Terkini

News

Jasa PBN

Jasa Artikel

News

Breaking News

Berita