Kepergian Guimaraes juga tidak terlepas dari perubahan besar yang terjadi di Newcastle pada musim panas 2026. Sejumlah pemain, termasuk Anthony Gordon dan Sandro Tonali, meninggalkan klub. Pelatih Eddie Howe juga tidak lagi menangani The Magpies.
Meski demikian, Guimaraes menegaskan bahwa hubungan emosionalnya dengan Newcastle tetap menjadi salah satu hal yang membuat keputusan hengkang terasa berat.
Baginya, meninggalkan klub bukan sekadar mengakhiri kontrak atau berpindah ke tim lain. Ia harus berpamitan dengan orang-orang yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri.
“Bukan hanya sulit untuk memberi tahu Eddie, tetapi juga para pemilik klub dan rekan-rekan setim. Klub sedang memasuki perubahan besar dan banyak pemain pergi, begitu juga pelatih,” kata Guimaraes.
“Hubungan saya dengan klub itu luar biasa. Saya belum pernah merasa begitu dicintai seperti ketika berada di Newcastle. Saya berharap bisa mendapatkan kasih sayang yang sama di Arsenal, tetapi hubungan yang saya miliki dengan Newcastle benar-benar istimewa,” lanjutnya.
Guimaraes bahkan mengaku tidak kuasa menahan air mata ketika berpamitan dengan rekan-rekannya.
“Sangat sulit bagi saya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mereka. Saya ingat ketika berpamitan dengan para pemain, saya menangis. Mereka juga menangis karena kami sudah seperti keluarga di sana,” ungkapnya.
Sumber: ESPN